Monday, October 26, 2015

Hello, I Am Intanasara



BONJOUR! 


perkenalkan, nama gue Intan. lebih dikenal sebagai Intanasara, orang aneh yang sering duduk sendirian di balik kesunyian. jangan tanya seberapa aneh gue, karena nggak bisa diukur pakai skala rasionalitas atau mesin pemecah enigma.

HA.

yes i am weird. as weird as you love the rain but you hate to get wet.



BULLYING, HATING, AND SUICIDE
 
let's see this;
manusia / ma-nu-sia / manu-sia / n : makhluk hidup, makhluk sosial. 
shit. seketika gue ketawa. KARENA seperti ada satu bagian yang terdistorsi dari definisi; dan dari kodratnya. jauh dari seperti yang seharusnya terdengar. jauh dari seperti apa yang seharusnya terjadi. manusia; serigala bagi manusia lainnya.

okay. enough talk about humans. let's skip this convos. mungkin lanjutan dari point of view ini akan gue post secara lebih spesifik di post lainnya.


THE ONLY CHILD

gue dilahirkan ke bumi ini sendirian. sebut aja; anak tunggal. dan rasanya kayak secangkir kopi tanpa penikmat. which is kelihatannya enak tapi tetap saja pahit.

NO. nggak sepahit yang kalian bayangkan kok. itu hanya pemilihan diksi yang kelihatan terpaksa menggunakan kata "pahit" sebagai pembenaran premis mayor. aslinya-, kopi itu memang pahit, dan anteseden "NYA" di dalam kalimat "kelihatannya" merujuk ke sifat kopi yang rasa dasarnya pahit.

dan kalau ada yang bilang anak tunggal itu manja, meh... doesn't work for me.

gue bisa bilang bahwa kegiatan berbagi udah seperti pekerjaan utama bagi gue, at least,- bagi gue si anak tunggal ini. so, gue rasa definisi kemandirian untuk tiap orang itu berbeda-beda. terlihat dari bagaimana dia berangkat di masa kecilnya, dan bagaimana dia menyikapi sebuah pekerjaan yang menuntut melakukan sebuah perbuatan.

as long as itu orang punya jiwa survival yang lincah untuk life hacksnya masing-masing, gue rasa itu bisa disebut sebagai kemandirian.

KOMIKUS

believe it or not, waktu gue masih SD, semua anak di kelas gue pada bilang mau jadi presiden, dokter, atau bahkan pilot.

meh,- i am NOT. *giggle

lo tau gue jawab apa? "SAYA MAU JADI KOMIKUS."

dan sumpah seisi kelas langsung nengok ke gue. i swear! gue nggak bohong. dan sekarang kalau dipikir-pikir : "what the heck is weird from being a comic creator?"

sejak saat itu gue merasa aneh sendiri. nggak sampe alienated sih, cuma di kala itu, mereka bahkan nggak tau apa itu komikus. mereka menganggap jadi seorang komikus itu ekstrim banget buat anak SD. sama kayak lo nemuin ragi di Saturnus pada saat umur lo bahkan belom 10 tahun. such as.

and yes i can draw better than everyone di kala itu. penyebabnya sih karena jasa salah satu pakde gue yang menghibahkan beberapa bundel ADB (Album Donal Bebek) ke gue. dari gue masih belum bisa baca, sampe akhirnya gue bisa baca, dan akhirnya semua tulisan yang ada di majalah-majalah itu gue baca sampe habis.

nggak ada satu kata pun yang terlewat, bahkan sampe nama-nama redaksi dan alamat kantornya gue hafal. lol.

hasilnya? gue bisa gambar komik walau belum jago banget. yeah, that was my first dream anyway.
dan sampe sini aja gue udah bisa terbilang aneh. atau lebih tepatnya,- "anti mainstream"

PARENTS

  
hardest part to explain.

well, mm... my parents are (sorry) deaf and mute. papa dan mama gue nggak bisa mendengar atau berbicara secara normal. sejak kecil gue adalah telinga dan mulut bagi mereka. and I NEVER MIND IT AT ALL.

I LOVE THEM WITH ALL MY HEART.

mereka pisah pada saat gue usia 12 tahun. dan sebelum mereka benar-benar pisah, mama gue lebih dulu pergi dari rumah.

saat itu gue nggak tau kemana mama pergi. hanya ada beberapa pertanyaan yang bersarang di kepala anak umur 12 tahun,- apa dia makan dengan baik di sana? apa dia masih bisa tersenyum di sana? atau... entah gimana keadaannya.

ada kalanya mama dateng ke rumah buat nengokin gue. yah walaupun amat sangat jarang dan harus nunggu pas papa gue lagi nggak ada di rumah. gue bahkan inget banget saat mama gue dateng pas gue ultah, dan beliau bawain satu buku yang gue suka banget; seri thriller R.L Stine yang terkenal; Goosebumps, judulnya Mesin Tik Hantu.

pada saat itu, eyang gue yang selalu setia dengan daster kumalnya, tepat di depan halaman rumah dengan gagang sapu di tangan, debu-debu terangkat ke udara, matahari sore pias ke rumah usang tempat gue lahir, di situ gue ngeliat mama gue dateng.

gue seneng banget waktu itu. 

perasaan yang nggak bisa dijelaskan.

kangen.

terlebih mama selalu tau bahwa gue suka banget sama Goosebumps. satu kebahagiaan tersendiri ketika ortu lo notice and remember of what you like. right?

dan ada seseorang yang pernah bilang ke gue : "Intan, lo itu aset. lo sangat bisa meyakinkan orang untuk mendengarkan apapun dari kata-kata lo."

dan sekarang gue mikir, mungkin "skill" itu berangkat dari karakter gue yang sudah terbiasa jadi telinga dan mulut bagi kedua orang tua gue. well i don't know.

BAHASA ISYARAT

pernah salah seorang keluarga tanya ke gue : "kamu malu punya orang tua kayak gitu?"

SALAH.

satu detik pun dalam hidup gue, gue nggak pernah merasa malu punya orang tua seperti mereka. they are my gift, my saviour, and answers for every questions. itu yang masih belum bisa dipahami sama sebagian keluarga besar dari papa. they just don't know how proud i am about my parents.

kadang timbul pertanyaan yang berbau konflik. sama kayak satu nada distorsi yang seharusnya nggak ada di sebuah pertunjukan konser orchestra besar. ykwim?

yakni pertanyaan tentang,- "emang bangga dan cinta itu harus digembar-gemborin lewat media sosial semacam whatsapp atau fakebook ya?"

meh-,

bangganya gue terhadap ortu itu cukup dengan juara 1 di kontes foto Mom and Me. cukup dengan selalu mengingatkan orang-orang seforum bahwa penulisan sebuah penyakit/disabilitas sebaiknya diawali kata (maaf). cukup dengan dateng ke rumah papa sambil bawa sekaleng cat dan mie instan, makan bertiga sambil kerja bakti bareng bersama-sama. cukup dengan ajak mama ke pasar buat beli baju dan hijab yang beliau suka. cukup dengan prestasi bisa nobar sama penulis-penulis Gagas Media di Penvill waktu itu. cukup dengan menangin mini event hari pahlawan dengan tulisan gue yang masih sangat sederhana. cukup dengan terpajangnya riddle-riddle buatan gue sendiri di salah satu booth Indonesia Reader Festival.

atau,-

cukup dengan ini :

tiap kali gue naik angkot sama mama, KAMI NGOBROL.

yep. di angkot kami ngobrol dengan bahasa isyarat. diliatin? IYA. ada yang pura-pura nggak ngeliat tapi merhatiin dari kaca. ada yang skill dewa diem-diem ngelirik secara halus pake sudut mata yang sangat sempit (kayak Aang kecolok sapu ijuk). ada yang pegang-pegang hape tapi sesekali matanya ngeliat ke arah kami tiap kali tangan kami heboh membicarakan sesuatu.

malu? N G G A K.

dan tau apa yang lebih nampol? gue sengaja,- setiap kali kami sampai di tujuan, gue nggak ketok atap angkot seperti kebanyakan orang kasih kode untuk berhenti. gue selalu bilang "Kiri, Bang."

dan KABOOM!! semua orang di angkot pasti langsung nengok ke gue.

reaksinya sama kayak "WTF, Man." atau sama kayak ngeliat pengemis yang buka kacamata hitam dan bilang "Woi ini bukan lima rebu, ini dua rebu."

*giggle*

tatapan menghakimi. simpati. kagum. distrust. aneh. kaget. palm face. datar. senyum simpul. iba. prihatin.

i had ever seen em all. and i never feel ashame at all.

SOULMATE


ng....

memulai part yang satu ini sama kayak berdiri depan cermin, ngeliat siluet sendiri, menceritakan diri sendiri.

that called soulmate maybe? lol.
*dan kenapa lagu di playlist gue pas banget lagu covernya Boyce Avenue yang Photograph

kalo ada yang bilang cewek itu ngeliat cowok dari wibawanya. meh,- gue rasa itu analogi lain dari plesetan kuno.

Wibawa / wi-ba-wa / wi-bawa / n : wiii~ bawa motor. wiii~ bawa mobil. wiii~ pengusaha kaya. wiii~ gajinya gede. wiii~ anak orang kaya. wiii~ ganteng banget.
  
lol. pasti nampol banget ya buat cewek matre yang berbalut ideologi perfeksionis di luar sana. *giggle

karena soulmate gue jauh dari kata ganteng. jauh dari kata kaya raya. jauh dari kata punya kendaraan. jauh dari kata ningrat. pokoknya semua kata itu jauh dari soulmate gue. KARENA soulmate gue adalah persamaan dari kata rendah hati, dari kata tangguh, dari kata bijaksana, dari kata jujur, dari kata dermawan, dari kata sabar, dan dari kata sempurna.

siapa bilang nobody is perfect? lo bisa bilang gitu karena belom ketemu aja sama soulmate lo.

soulmate is an imperfect person that suits to your perfection, and it called perfect.

4 tahun kami jalan bareng di bawah hujan, panas, banjir, dan segala musim ekstrim lainnya kecuali musim salju. nggak pake motor. nggak pake mobil. cuma pake kopaja atau angkot. tapi plis ini bukan FTV yang judulnya cintaku bersemi di kenek kopaja. HELL NAH.

makan sama nasi pake kecap doang? pernah. makan sama nasi pake kerupuk diremukin? raise my hand. nggak makan? pernah. makan mie instan sebulan? raise my hand.

tapi kekuatan yang besar itu datang dari segala sesuatu yang dijalani secara bersama-sama. yes you will find a great power from a pain doing by togetherness.

anyway, kami udah menikah selama 8 tahun, jalan 9 tahun. such a time.

dan pada tahun 2012 kami bangkit.

awal dari kebangkitan itu adalah ketika kami udah bisa punya kendaraan, rumah, dan memutuskan untuk memiliki anak. rasanya kayak lo udah stir up a cup of coffee with a lucky number, and somehow it tastes sweet. 

oleh sebab itu sampe sekarang gue masih belum meninggalkan kebiasaan kecil pembawa keberuntungan yang gue yakini sebagai sugesti aneh untuk bertahan hidup; ngaduk kopi pakai angka delapan .

call me crazy, but it does suggest me that coffee can be a bittersweet thing at the same time. sama kayak kehidupan-; bisa pahit dan manis dalam waktu bersamaan.

now look at us. kami sering jatuh, tapi kemudian bangkit lagi. diskusi panjang di pillow talk setiap malam, atau obrolan kritis di sore dengan dua cangkir kopi,- black and white coffee. kadang ngebahas film-film scifi atau discuss tentang kitab dan ayat. at the same time.

walaupun doi sering ketiduran kalau nonton film di XXI, but at least gue pernah bikin doi nangis pas nonton film Korea, Sad Movie. muahahah. puas rasanya. *evil laugh

dan di umur yang tua gini, kami masih rajin main di game station. kalo dulu alasannya karena suka, sekarang alasannya karena anak. betapa sebuah pembenaran yang menguntungkan. *giggle*

gue masih sering ketawa kalo inget ini. ngebayangin anak gue bakal : "my mom and dad are geeky freaky gamer at game station more than i like the carrousel."

over all. he is my perfect soulmate. no one can replace.


  WRITER


penulis,- seseorang yang memiliki kemampuan untuk membuat atmosfir magis dari setiap diksi dan premis yang dia ketik.

penulis,- seseorang yang menulis apa yang ingin ia baca.

penulis,- seorang pendengar dan pemerhati yang baik yang mampu membuat sebuah tulisan seperti bernada dan bersuara.

itu 3 definisi penulis bagi gue. dan itu adalah 3 target gue.

wondering how : "lo bisa mendengarkan alunan musik dan suara dari setiap tulisan yang lo baca."

it's a magic right?

penulis itu adalah pekerjaan yang seperti sulap. dan di balik sulap itu ada kerja keras dan ada asisten yang senantiasa setia membaca dan mengkoreksi setiap tulisan lo. seperti seorang editor yang "kawin" banget dengan penulisnya. KLOP. suatu kesatuan.

oh my... i really love this job.

well, gue masih nulis sampe sekarang kok. kemenangan di beberapa kompetisi dan lomba itu nggak lantas bikin gue jumawa sama dunia kepenulisan yang luasnya kayak jagat raya. kayak semacam lo sentuhin ujung telapak kaki ke atas genangan air dan saat lo ingin mengukur kedalamannya, lo temuin samudera.

how deep.

tapi saat ini gue sangat mencintai dunia yang sebenernya cukup lama gue kulik. FASHION.

yes i want to be a person that knows everything! writing and fashion is the real world for me.

KASKUS


Kaskus? kenapa Kaskus?

Kaskus itu udah kayak hidup buat gue. tapi sayangnya terlalu banyak penggiat satir yang hobi banget bilang "kelamaan di dumay."

ya rasanya seperti mencintai sesuatu yang sering dianggap remeh sama golongan para pengrajin tombol jempol ke bawah lah. padahal ngaskus itu bukan sekadar "dumay". di Kaskus itu, gue mengasah seberapa jauh gue bisa menangin event-event kepenulisan, seberapa jauh skill komunikasi gue sama banyak orang dengan latar belakang yang beragam, dan seberapa jauh gue menemukan keluarga kedua yang bener-bener selayaknya keluarga.

kalau dibilang hidup gue melulu Kaskus, juga salah. i have a steady real life now.

tapi, para penggiat satir itu belum tentu paham seberapa dalamnya skill lo saat mencoba untuk taste the water tentang seberapa bergunanya elo di sebuah forum. hm?

sebagian dari mereka cuma lalayeye doang, jadinya sering menganggap semua orang juga lalayeye seperti halnya diri mereka sendiri. dan lalayeye itu kalo menurut gue adalah sebuah pelarian panjang dari salah satu tipe penghuni Kaskus yang nggak punya happy real life.

kalo ngatain orang kebanyakan di dumay, sementara dia sendiri masih sibuk curhat di dear diary Kaskus, yaaa bisa dilihat seberapa dalam kadar denial-nya yang mungkin terlalu kejam kalo disebut "munafik teriak munafik."

:ngacir:

sejak 2010 jadi SR di The Lounge, trus bikin ID di 2011 dan sering banget disangka cowok, sampe akhirnya bikin prime di 2013 karena gue mau jualan di FJB, baru deh gue main ke FwE, H2H, DP, English, ADG, CYSTG, dan kemudian my very first love forum Sista.

ada keramah-tamahan dan penghargaan yang luar biasa yang gue dapat dari Kaskus. semua detik yan gue lewati di forum bukan sebuah tasteless journey seperti yang sebagian orang pikirkan.

Kaskus itu ibarat sudut pandang untuk gue berkarya, berkomunikasi, berprestasi, dan menolong siapapun yang membutuhkan.

siapapun.




akhir kata, tulisan gue yang udah sepanjang skripsi ini berakhir juga ya gaes. wahaha~
walaupun sepertinya nggak akan terbaca, tapi gue nggak akan berhenti menulis.

selayaknya jutaan enigma yang memaksa gue untuk terus menulis.

menulis tentang kebenaran yang tak pernah disuarakan.

dan kenyataan harus dikabarkan.

seperti takdir yang mengabarkan keputusan.

stay happy, be a good listener, and love your-"best"-self!






Deep Regards,




Intanasara

2 comments:

  1. Mba intan,saya perkenalkan dulu nama saya agus faisal,
    Id kaskus saya police16
    Saya pertama kali liat mba di kaskus kamar cystg.sejak saat itu saya tertarik dengan analisa mba,ya saya baru liat wanita dengan logika di luar akal sehat manusia.
    Ijinkan saya sekedar kenal sama mba dan maaf kalo kata kata saya membuat mba tersinggung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih bisa ketemu di sini ya gan. salam kenal juga gan, moga-moga nggak ketularan aneh dari saya ya, wkwkwk :p

      Delete

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net