Wednesday, March 8, 2017

BAD GUY (2001) - KIM KI DUK

BAD GUY (2001)

Sebuah Film Tentang Cara Gila Untuk Memiliki Seseorang

 

*post ini mungkin akan mengandung beberapa spoiler berupa adegan-adegan yang ada di film tersebut, bagi yang tidak suka dengan spoiler harap membaca post ini secara bijaksana.




kali ini saya akan membahas satu judul film mahakarya Kim Ki Duk yang paling susah untuk dicari maknanya (menurut saya sih begitu). walaupun saya sedikit yakin bahwa tidak banyak orang yang menggemari film-film garapan Kim Ki Duk karena alur yang membingungkan dan kaya akan romansa anehnya, namun tidak ada salahnya untuk mencoba menonton film yang satu ini.

Bad Guy, film yang diproduksi sekitar tahun 2001 ini adalah salah satu dari sekian banyak film sang maestro yang minim dialog. bagi yang tidak menyukai film dengan karakter bisu dan minim dialog ada baiknya untuk tidak menjadikan film ini sebagai wish list di akhir pekan. namun, lagi-lagi; jika kalian suka dengan film buah karya tangan sang sutradara yang penuh dengan simbolis dan teka-teki gila, kalian wajib menontonnya.


***

ada wajah yang tak asing di film ini; yakni aktor Cho Jae Hyun, yang sepertinya cukup adil kalau kita anggap dia sebagai persona dari gambaran Kim Ki Duk sendiri. dari banyak film yang dibintangi oleh Cho Jae Hyun, peran yang paling menghipnotis saya adalah perannya pada film Bad Guy ini. Cho Jae Hyun benar-benar berhasil mewujudkan sebuah ironi kebaikan hati seorang laki-laki kejam melalui gestur dan kebisuannya di sepanjang film.

dari awal cerita hingga akhir, Cho Jae Hyun yang berperan sebagai Han Gi -seperti biasa- hanya diam membisu dan membiarkan para penonton menginterpretasikan bahasa tubuhnya secara emosional. anehnya, sekali lagi, anehnya, ia selalu berhasil membawakan peran ini. saya jamin, walaupun ia adalah tokoh utama yang tidak berbicara sama sekali, namun penonton pasti bisa mengerti semua yang ia sampaikan.

dimulai dari Han Gi yang sepertinya baru saja keluar dari penjara, ia melangkahkan kedua kakinya dengan gontai di sela-sela keramaian. pandangannya pun bertumpu pada seorang wanita cantik (Seo Won) yang sedang duduk di sebuah kursi taman. Han Gi langsung merasa jatuh cinta pada wanita itu. ia memutuskan untuk duduk di sebelah wanita tersebut tanpa rasa canggung. terlihat wanita itu pun kemudian menghubungi kekasihnya untuk menjemput. namun, saat wanita tersebut tersadar, ia lantas memberikan tatapan jijik dan merendahkan pada Han Gi.

merasa terhina, Han Gi pun mencium bibir wanita itu dengan paksa di depan umum. kekasih wanita yang melihat kejadian itu pun langsung memukuli Han Gi. namun seolah tanpa rasa bersalah, Han Gi menolak untuk meminta maaf, sehingga tak pelak  memancing beberapa pengunjung lain untuk ikut memukulinya juga.

sampai pada bagian ini, penonton diajak untuk menelanjangi kehidupan Sun Hwa (nama wanita itu) lewat keputusan Han Gi yang mengikutinya kemanapun ia pergi. Sun Hwa, seorang wanita terpelajar yang bahagia bersama dengan kekasih yang mampu membelikan barang-barang yang diinginkannya; gambaran dari sebuah materialisme umum yang hendak diselipkan Kim Ki Duk secara rapi pada awal cerita.

Han Gi merasa iri dengan semua itu. ia sadar ia tak akan bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh kekasih Sun Hwa. apa yang bisa dilakukan oleh seorang residivis untuk mendapatkan seorang wanita yang berbeda level dengan dirinya? Han Gi tau jawabannya. ia menemukan sebuah kelemahan dalam diri Sun Hwa. sebuah kelemahan yang akan membuat semua orang (termasuk kita) akan terlihat sama. tidak ada kasta, tidak ada si kaya dan si miskin, tidak ada bedanya.

dan di sini lah "cara gila" itu dimulai.

Han Gi, yang notabene adalah seorang bos mucikari, meminta kedua teman baiknya untuk menjebak wanita tersebut.

berbekal sebuah dompet yang sengaja diletakkan di sebuah toko buku, Han Gi dan teman-temannya bak sedang menunggu seorang mangsa untuk terperangkap dalam jebakan liciknya. Sun Hwa yang melihat dompet itu pun tergoda untuk mencurinya. ia tidak pernah menyangka bahwa perbuatannya itu akan merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat. selamanya.

beberapa adegan yang menampakkan kekerasan masih terasa kental pada film ini, yang mana itu memang sebuah signature khas dari Kim Ki Duk dalam menggarap sebuah cerita. meskipun begitu, saya menilai bahwa semua kekerasan yang ditampilkan oleh sang sutradara masih dibalut dengan cita rasa seni yang tidak anyir. terutama setelah Sun Hwa "resmi" terpaksa menjadi seorang pelacur karena tidak sanggup mengganti semua uang yang dicurinya.

sebuah cara yang sangat gila untuk mendapatkan seorang wanita, bukan?

ada satu big picture yang saya tangkap dalam film ini : Han Gi berhasil menjadikan seorang wanita terpelajar yang berbeda kasta dengannya menjadi seorang pelacur rendahan yang bahkan lebih rendah darinya. Han Gi, di dalam dunianya, adalah orang yang memiliki kekuasaaan. ia ingin menampakkan hal itu pada Sun Hwa agar Sun Hwa jatuh cinta. sehingga, dengan demikian, Han Gi bisa memiliki wanita tersebut tanpa ada perbedaan kasta diantara mereka.

sungguh sebuah kisah ironis yang digambarkan dengan keindahan yang tidak dipaksakan.

the ending? nah.

saya tidak akan bahas endingnya seperti apa, karena film ini adalah salah satu mahakarya yang sangat sayang apabila tidak ditonton dan dirasakan sendiri. jikalau bisa memberikan sedikit blurbs dan teaser, saya hanya akan berkata bahwa :

menjelang ending akan ada sebuah adegan dimana hati para penonton akan dibuat melesak dan tertohok. sebuah keindahan yang ditawarkan dalam beberapa detik saja, seperti menghapus semburat-semburat ironi yang berceceran dalam seratus menit.

film-film Kim Ki Duk semuanya memiliki arti yang berubah-ubah. tergantung dari sudut pandang para penonton yang menerjemahkan isi cerita itu menjadi sebuah kesimpulan. tak jarang kesimpulan itu adalah premis yang mencengangkan. dan premis-premis tersebut tidak bisa dipungkiri merupakan kekuatan luar biasa dari seorang jenius Kim Ki Duk yang selalu berhasil melahirkan kisah-kisah manusia kelam.

sekali lagi, Kim Ki Duk berhasil mengacak-acak sebuah stereotipe umum tentang manusia yang jatuh cinta dengan cara-cara klise. saya pribadi sangat menyukai film ini.








Deep Regards,



Intanasara

0 comments:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net