Monday, January 14, 2019

KINDNESS

K I N D N E S S
[kebaikan]


"Orang baik itu banyak musuhnya."

baik  /ba·ik / 1 a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya); perbuatan baik.

Lantas, dari definisi yang mutlak ini, mengapa justru orang dengan sifat yang baik dikatakan banyak musuh? 

Apakah benar ia telah baik?
Atau ia melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik?

Baik, memiliki sifat sejati. Ia tidak tergerus, pun tidak berpamrih. Kebaikan, memiliki konsistensi yang hak. pun tidak terbatas.lagi; tiada berbatas. 

Kemudian,
Darimana datangnya sebuah ide, bahwa orang baik banyak musuhnya?
Terus terang saja, menurut saya, ini sebuah ide yang gelap.
Timbulnya gagasan ini seolah memberatkan timbangan kebajikan si orang-orang baik.
Penggagas tersebut seolah tidak rela memberikan predikat "baik" begitu saja kepada orang-orang baik, sehingga mereka membubuhkan predikat lain, yakni "banyak musuh."

Sedangkan "musuh" ialah kata ganti yang digunakan untuk salah satu pihak yang melangsungkan permusuhan. Apakah orang baik ikut melangsungkan permusuhan? Sehingga ia bisa memiliki musuh?

Oleh karena itu, mari kita ganti kata ganti "musuh" menjadi "orang yang tidak suka." Lalu? Apakah semerta-merta hal ini akan membuat ide tersebut menjadi benar?

"Orang baik banyak yang tidak suka."

Tentu TIDAK.

Sesungguhnya, apabila ia baik,
dan apabila ia telah baik,
ia akan mengeliminasi semua hal yang membuat orang tidak suka terhadapnya.

Dan apabila ia baik, juga telah baik,
maka ia akan tetap baik terhadap orang yang tidak menyukainya. 

Sifat 'baik' yang persisten, sejati, dan tidak terbatas itulah yang akan membuat orang-orang yang tadinya tidak menyukainya, menjadi suka. Dengan demikian, apabila orang tersebut benar-benar telah baik, ia justru hanya akan memiliki sedikit orang yang tidak menyukainya.

Kemudian, apakah ada orang-orang yang melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik? Tentu saja banyak. Kita semua tidak hanya diam di semesta. Itulah mengapa kita sering membenturkan perbedaan demi perbedaan, sehingga kita memiliki orang-orang yang semakin berseberangan dengan gagasan kita.

Orang yang melakukan suatu perbuatan untuk tujuan kebaikan melalui cara yang tidak baik tentunya tidak bisa 'begitu saja' disebut orang baik. Cara-cara yang mereka tempuh harus berlandaskan kemanusiaan dan rasa welas asih yang telah sampai maknanya, yakni dengan cara yang baik pula.

Contoh :

Seorang ibu mencuri sekaleng susu demi anaknya yang kehausan.

Ibu tersebut melakukan suatu perbuatan,
untuk tujuan yang baik,
namun caranya; sama sekali tidak baik.

Jika ia baik; ia akan dengan penuh keyakinan dan kemantapan, meminta susu tersebut dibanding mencurinya. Ironi memang.

Sebab perbuatan mencuri tersebut lahir karena ketiadaan approval dari permintaannya terhadap pemilik susu. Perbuatan itu lahir dari rasa PESIMIS; rasa kehilangan, rasa tidak percaya terhadap semesta yang bekerja secara misterius.

Jika terjadi demikian,

teruslah percaya. Dengan kebaikan.


Regards,



Intanasara

0 comments:

Post a Comment